
Sebuah keniscayaan,ketika makin hari umur kita makin habis jatahnya, sedang kita sering terlalai oleh kesibukan dunia. Berusaha istiqomah di jalanNya merupakan hal yang tak mudah,memang tapi itu bukan sebuah kemustahilan jika kita punya tekad kuat.
Bersemayamnya iman di dada kita hingga detik ini adalah pertama semata2 karena karunia Alloh SWT, kedua adalah karena usaha Tarbiyah dzatiyah (red: pembinaan diri) kita. Maka bagaimana caranya supaya kita mampu ber-tarbiyah dzatiyah secara kontinyu,..?
Percaya ngga percaya kita bakalan dihisab secara indivudual dihadapan Alloh SWT pada yaumil hisab nanti, lalu sudah siapkah bekal yg akan kita bawa?? jangan sampai kita sudah merasa bertaqwa, soleh, ikhlas beramal, nyatanya tak ada nilainya dihadapanNya, Naudzubillah..
Tarbiyah dzatiyah mengajak kita untuk memuhasabahi diri (evaluasi diri), mengingat kembali kebaikan dan keburukan yg telah kita lakukan, sekecil apapun itu, karena hanya kita dan Alloh sajalah yang tau aib, maksiat, dosa yg pernah kita lakukan.
Kawanku, mungkin kita dimata orang lain mendekati sempurna tanpa celah, tapi dimata kita? dimata Alloh apalagi? kita tak ubahnya seonggok daging yang berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah,hina dan penuh dosa. Sekali lagi HANYA AKU(Anda) DAN ALLOH TA"ALA YANG TAU!
Setidaknya dengan muhasabah diri akan meringankan hisab kita di yaumil akhir...amin..
Oleh karena itu tarbiyah dzatiyah mengajari kita untuk senantiasa bertaubat. Menyadari kesalahan, menyesal dan memohon ampunanNya itu adalah langkah pertama dan terbaik dalam menyikapi dosa dan kesalahan kita. menunda taubat bukan solusi ternyata, karena taubat hukumnya wajib. Dengan menundanya maka dosa kita bertambah satu lagi, yaitu dosa menunda taubat! hiks...
Yuks ,...mari kita bermujahadah ( bersungguh-sungguh) men-Tarbiyah dzatiyah diri kita. Beramal soleh butuh teman, kawan! agar kita bersama-sama membangun rumah impian abadi kita, di jannahNya...^_*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar